SUMENEP, koranmadura.com – Komisi III DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Desa Kolor, Kecamatan Kota, Rabu, 3 Oktober 2018.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi III, Dul Siam meminta pihak kontraktor tak mengabaikan kualitas pekerjaan meski waktu yang dimiliki untuk menyelesaikannya tidak banyak. Lalu, apa saja sebenarnya yang belum selesai dari pengerjaan proyek tersebut?
Tenaga Teknis Lapangan CV Surya Abadi, Feni Adiana menuturkan, yang masih harus dikerjakan pihaknya selaku kontraktor dalam proyek tersebut di antaranya finishing gedung showroom, MCK, dan pertamanan.
“Kami akan usahakan pengerjaan proyek ini selesai sesuai jadwal pelaksanaan, yaitu 90 hari kerja atau sampai 21 Desember 2018,” katanya, saat dikonfirmasi.
Untuk itu, ia mengaku akan menambah jumlah pekerja. Saat ini jumlah pekerja yang mengerjakan proyek tersebut baru 15 orang. “Bahkan kami akan menambah jam kerja dengan lembur,” tambahnya.
Bahkan terkait dengan jumlah pekerja, menurut Feni nantinya akan ada pekerja khusus yang akan menggarap pertamanan. “Nanti ada spesialisnya,” pungkas dia.
Seperti diketahui, realisasi pembangunan RTH itu mandek di angka 58 persen. Sehingga masih ada 42 persen pekerjaan yang harus diselesaikan oleh kontraktor yang baru. Anggaran untuk pekerjaan yang 42 persen itu Rp 1,4 miliar lebih.
Komisi III DPRD Sumenep meminta kepada seluruh pihak terkait agar pembangunan RTH tuntas tahun ini tanpa mengabaikan kualitas. “Sebab kalau sampai tidak selesai lagi, yang dirugikan adalah kita semua, termasuk masyarakat,” kata Dul Siam. (FATHOL ALIF/SOE/VEM)