SUMENEP, Koranmadura.com – Bantuan untuk warga kurang mampu yang digelontorkan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dikritik. Banyak bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran.
Hal itu dikatakan oleh Koordinator Jaringan Santri dan Pelajar Nusantara (Jaspenu) Sumenep Edy Masrul. Menurutnya berdasarkan hasil amatan sementara banyak warga miskin yang tidak tersentuh bantuan pemerintah.
Salah satunya di Kecamatan Pragaan dan Kecamatan Ganding. “Khusus di Kecamatan Pragaan banyak bantuan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) yang tidak tepat sasaran,” katanya saat dikonfirmasi.
Tidak hanya itu, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan untuk Lansia (Jompo) dan bantuan untuk anak yatim disinyalir juga tidak tepat sasaran. “Bahkan Pemkab terkesan mengabaikan kaum disabilitas. Karena banyak kaum disabilitas yang tidak pernah menerima bantuan,” jelasnya.
Sementara di Kecamatan Ganding, kata Masrul, juga banyak warga miskin yang tersentuh bantuan. Rata setiap desa terdapat 5 Kepala Keluarga (KK) selama ini terabaikan. “Sekitar 75 KK miskin di 14 Desa untuk Kecamatan Ganding yang masuk kriteria miskin, namun tidak mendapatkan bantuan. Malah sebaliknya, yang mampu justru yang dikasih bantuan,” jelasnya.
Kondisi tersebut lanjut pria asal Kecamatan Pragaan itu telah disampaikan kepada Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi. Harapannya data penerima bantuan dievaluasi. “Alhamdulillah mendapat respon positif, dalam waktu dekat ini Pak Wabub siap memfasilitasi kami untuk bertemu dengan pihak Dinas Sosial dan Bappeda. Nanti kami akan sampaikan data-data itu,” ungkapnya. (JUNAIDI/ROS/VEM)