SUMENEP, koranmadura.com – Jumlah korban meninggal akibat gempa yang menguncang Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dini hari tadi dikabarkan bertambah menjadi tiga orang, Kamis, 11 Oktober 2018.
Terbaru ialah Suhamar (70), warga Dusun Jambusok, Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi. “Baru saja meninggal,” kata salah seorang tokoh pemuda di Sapudi, Hosnan kepada koranmadura.com pukul 06.43 WIB.
Sebelumnya, dua korban yang dikabarkan meninggal H.Nadhar usia 55 tahun dan Nuril Kamiliyah, usia 7 tahun. Mereka juga warga Desa Prambanan, Kecamatan Gayam. “Jadi korbannya ada tiga,” sambung Hosnan.
Selain korban meninggal, lanjut dia, ada beberapa warga harus dilarikan ke Puskesmas setempat. Puluhab bangunan juga dikabarkan rusak, baik rusak ringan, sedang, dan berat.
Seperti diketahui, dini hari tadi masyarakat kabupaten paling timur Pulau Madura dihebohkan oleh guncangan gempa bermagnitudo 6,4 pukul 01.44.57 WIB.
Info resmi BMKG, Titik gempa berada wilayah Laut Bali dengan letak geografis di 7.42 Lintang Selatan dan 114.48 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer.
Posisi titik gempa berada di 61 kilometer Timur Laut Situbondo, 83 kilometer Tenggara Sumenep, 87 kilometer Timur Laut Bondowoso, 161 kilometer Barat Laut Denpasar dan 860 kilometer Tenggara Jalarta.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd. Rahman Riadi, saat dikonfirmasi mengenai bertambahnya jumlah korban meninggal belum merespons. (FATHOL ALIF/BETH)