SAMPANG, koranmadura.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman mengatakan, Indonesia menjadi rujukan berbagai negara dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu).
Arief menceritakan, tahun 2016 lalu, KPU RI mengadakan acara internasional se Asia dalam rangka penyelenggaraan pemilu. Namun tak disangka, peserta yang berdatangan diketahui dari benua Amerika, Afrika, Autralia, Eropa, bahkan dari Timur Tengah guna menyaksikan pemilu di Indonesia.
Bahkan, setelah acara pertemuan tersebut, Negara Indonesia seringkali diundang dalam pertemuan Internasional. “Pemilu di Indonesia dianggap unik dan menarik dan mampu menampilkan potret pemilu yang free and fair. Strukturnya ada KPU, Bawaslu dan DKPP dan itu menarik untuk dipelajari dan diadopsi di banyak negara,” ungkapnya, dalam acara uji publik hasil perbaikan DPT tingkat kabupaten dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Sampang 2018 di aula KPU setempat, Minggu, 14 Oktober 2018.
Baca: KPU RI Sebut Pemilu di Sampang Seperti Mengulang Sejarah, Ini Penjelasannya
Oleh karena itu, pihaknya mengingatkan KPU Provinsi maupun Kabupaten agar menjalankan pesta demokrasi sekurang-kurangnya dengan dua prinsip.
“Pertama transparan, makanya uji publik ini adalah bagian menjalankan pilkada yang transparan. Sehingga apabila ada yang tidak sesuai maupun tidak cocok, kami sangat terbuka untuk menerima masukan, kritikan, catatan maupun koreksi untuk perbaikan tapi dengan data yang valid. Kedua yaitu bekerja dengan penuh integritas, tapi tentunya perlu dukungan dari semua pihak,” tegasnya. (MUHLIS/ROS)