SUMENEP, koranmadura.com – Di saat orang pada sibuk berbicara soal Festival Keraton dan Masyarakat Adat (FKMA) V se-Asean di tengah kota, namun ada beberapa warga di Gapura, Sumenep, Madura, Jawa Timur yang sedang menggagas transportasi alternatif.
Gagasan ini pun sepertinya perlu diapresiasi oleh semua pihak, termasuk oleh pemerintah setempat. Pasalnya, transportasi alternatif ini dibuat guna mempermudah dan memperpendek jalur tempuh menuju Kalianget dan Talango yang ditutup untuk keperluan perluasan Bandara Trunojoyo.
Sejak Bandara Trunojoyo beroperasi, warga dari Kecamatan Gapura, Dungkek, Batang-Batang dan Batuputih harus memutar arah ke kota jika hendak bepergian ke Kalianget atau Talango. Sempat dikeluhkan oleh warga, namun tak pernah digubris oleh pemerintah hingga akhirnya warga mengalah, dan terpaksa memutar.
Kini, tanpa ada campur tangan siapapun, terutama pemerintah, warga menggagas transportasi alternatif berupa tongkang sederhana untuk mempermudah dan memperpendek jalur tempuh.
Melalui postingannya di Facebook, salah satu warga yang sekaligus tokoh setempat, A Dardiri Zubairi mengatakan bahwa saat ini, warga Gapura, Dungkek, Batang-Batang dan Gapura tak perlu memutar jika mau bepergian ke Kalianget. Kata Dardiri, warga cukup lewat Gersik Putih.
“Bagi Anda dari Kecamatan Gapura, Dungkek, Batang-Batang, dan Batuputih yang hendak ke kalianget dan Talango atau sebaliknya, tak perlu memutar kota lagi. Silahkan lewat Gersik Putih, saat ini sudah tersedia tongkang yang akan memperpendek jarak tempuh Anda yang biasanya tersiksa memutar lewat kota sejak jalan alternatif yang biasa digunakan dulu ditutup untuk (“kepentingan umum-nya” kelas menengah dan atas) perluasan bandara,” tulis Dardiri pada Minggu, 28 Oktober 2018.
Menurut aktivis Batan ini, transportasi dan akses alternatif ini asli gagasan masyarakat kecil. “Kalau ada aparat yang terlibat ya setingkat aparat desa. Bagi saya, transportasi alternatif ini hadiah besar di tengah kota saya yang sibuk menyelenggarakan Festival Keraton dan Masyarakat Adat se Asia, dan jembatan Suramadu digratiskan,” tambah Dardiri. (SOE/DIK)