SUMENEP, koranmadura.com – Meski telah tiba di Sumenep, Madura, Jawa Timur, warga Desa Tonduk, Kecamatan Raas, yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), beberapa waktu lalu mengaku masih trauma.
“Sampai sekarang rasa trauma itu masih ada,” kata salah seorang korban, Thariq. Dia telah tiba di kabupaten paling timur Pulau Madura sejak dini hari kemarin bersama 40 orang lainnya.
Selama di Palu, Thariq bersama keluarganya bekerja sebagai pedagang kaki lima (PKL) di Pantai Talise. Pada saat gempa pertama, dia berada di tempat kerjanya itu.
Beruntung, saat terjadi gempa pertama atau sebelum tsunami menerjang pantai dan sekitarnya, dia berhasil menyelamatkan diri. Sehingga tidak sampai terjadi hal-hal tak diinginkan, meski barang-barang miliknya tak dapat diselamatkan.
Sebelum pulang ke Sumenep, Thariq bersama rombongannya sempat transit di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dari Balikpapan, dia naik kapal barang menuju Surabaya.
Menyikapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, Edy Rasiyadi mengatakan, pihaknya akan memberikan pendampingan kepada para korban untuk menghilangkan trauma. “Kami upayakan ada pendampingan untuk menghilangkan trauma mereka,” ujarnya.
Untuk diketahui, saat ini warga Desa Tonduk, Kecamatan Raas, yang menjadi korban bencana di Palu sudah dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya. Total ada sebanyak 188 orang.
Dari 188 orang tersebut, 41 korban tiba lebih awal. Sementara 147 yang tergabung dalam gelombang kedua baru tiba dini hari tadi, Selasa, 9 Oktober 2019. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)