SUMENEP, koranmadura.com – Memasuki hari kedua pasca terjadinya gempa yang mengguncang Pulau Sapudi, Sumenep, Madura, Jawa Timur, dini hari kemarin, 11 Oktober 2018, proses pembersihan puing-puing reruntuhan bangunan terus dilakukan. Dalam prosesnya, kegiatan tersebut dilakukan oleh Tim Tagana, TNI, Polri, serta para relawan, termasuk Banser.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd. Rahman Riadi mengungkapkan, hingga sekarang pihaknya juga terus melakukan verifikasi data bangunan rusak akibat gempa.
Data sementara BPBD Sumenep, jumlah bangunan rusak akibat gempa bermagnitudo 6,4 yang diperbaharui menjadi 6,3 ialah 498 unit, dengan perincian 427 tersebar di Kecamatan Gayam dan 71 di Kecamatan Nonggunong. Sementara jumlah korban ialah tiga orang meninggal dunia dan 38 orang luka-luka.
Di samping dua hal itu, langkah-langkah prioritas lainnya yang dilakukan pihaknya bersama dengan instansi terkait ialah melakukan pendampingan kepada para korban yang masih mengalami trauma pasca gempa.
“Sampai sekarang masih ada korban yang merasa trauma pasca terjadinya gempa kemarin. Mereka butuh pendampingan secara psikologis untuk menghilangkan rasa trauma itu,” ungkapnya.
Selain pendampingan, yang juga paling dibutuhkan para korban saat ini sembako. Untuk itu, sambung Rahman, hari ini sudah ada logistik yang dikirimkan ke sana. Di antaranya berupa beras, susu, air mineral, serta kebutuhan anak-anak, seperti susu balita dan popok.
“Mengingat jarak antara Puskesmas dan sasaran gempa cukup jauh, maka kami mendirikan posko di Desa Prambanan, Kecamatan Gayam, baik untuk menampung logistik maupun posko kesehatan,” pungkasnya. FATHOL ALIF/VEM