PAMEKASAN, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tahun ini tidak menganggarkan pembangunan pasar tradisional. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, Bambang Edy Suprapto, Rabu, 24 Oktober 2018.
Ditanya terkait alasan Pemkab Pamekasan tidak menganggarkan pembangunan pasar tahun ini. Pihaknya menyebut, kondisi ekonomi dan bahan material yang mahal serta bunga bank yang tidak murah diduga jadi penyebabnya. “Mungkin yang jadi kendala skala makro lah,” jelas Bambang.
Kendati demikian, Bambang mengatakan, Pemkab Pamekasan akan membangun los di pasar Gurem dan revitalisasi pasar di pelenggaan.
“Untuk pasar, tahun ini kita bangun los di pasar gurem dan revitalisasi pasar di pelenggaan dari dana APBN Rp 5,4 miliar. Kalau di Gurem itu, Rp 400 juta,” pungkanya.
Baca: Pemkab Pamekasan Gandeng Investor Bangun Pasar Kolpajung
Untuk diketahui, sebelumnya, Bambang sempat mengupayakan pembangunan pasar Kolpajung. Pemkab Pamekasan, menurutnya, bakal menggandeng investor untuk pembangunan pasar yang membutuhkan anggaran setidaknya Rp 80 miliar tersebut. (SUDUR/ROS/VEM)