SIGI, koranmadura.com – Fatnidar (34), melahirkan seorang bayi tanpa dibantu petugas dan alat medis. Fatnidar yang merupakan pengungsi gempa Sigi, Sulteng, hanya dibantu suami dan pengungsi lainnya saat proses persalinannya.
Bayi perempuan dari pasangan Zulfiadin (37) dan Fatnidar ini lahir di tenda pengungsian Desa Baluase, Kecamatan Solo Selatan, Sigi, Sulteng, pada pukul 22.00 Wita, 4 Oktober 2018 lalu. Bayi yang diberi nama Siti Nurul Humairah ini lahir tanpa bantuan medis dan alat penerang.
“Yang membantu melahirkan cuma suami dengan tante karena waktu itu sudah tengah malam dan hujan,” kata orang tua bayi, Fatnidar, saat ditemui detikcom di Desa Baluase, Jumat (12/10/2018).
Siti Nurul Humairah adalah anak ke empat dan hingga saat ini bobot dan kondisi kesehatannya belum diketahui oleh orang tua lantaran tenda pengungsian yang ditempatinya belum tersentuh oleh tim medis.
“Sampai sekarang belum pernah diperiksa kesehatan anak saya karena mungkin petugas Puskemas pada sibuk semua,” kata Zulfiadin, orang tua bayi.
Dari pantauan detikcom tenda pengungsian orangtua bayi berada di kaki pegunungan dan belum tersentuh oleh pihak pemerintah. Bantuan dari relawan sesekali masuk ke daerah tersebut.
Akses ke daerah pengungsian agak sulit karena jalan raya mengalami kerusakan akibat gempa. Ratusan rumah milik warga setempat ambruk rata dengan tanah dan belum dievakuasi oleh tim SAR. (detik.com/vem)