SUMENEP, koranmadura.com – Pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, kompak tidak hadir dalam Upacara Hari Jadi Sumenep ke-749 yang digelar di depan Masjid Agung, Rabu, 31 Oktober 2018.
Wakil Ketua DPRD Sumenep, Faisal Muhlis menjelaskan, alasan-alasan pimpinan dewan tidak hadir dalam upacara tersebut. Dia mengaku tidak tahu persis undangannya seperti apa.
“Terus terang kalau saya sendiri, sejak empat hari sebelumnya sudah tidak di kantor. Kebetulan pada Sabtu dan Minggu ada acara partai di Surabaya, terus Senin ada kegiatan BP2D. Jadi tidak tahu persis undangannya seperti apa. Tahunya baru tadi, kalau ada upacara,” jelasnya.
Sementara dikonfirmasi mengenai banyaknya anggota dewan, termasuk dua pimpinan, yang tidak hadir dalam Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi Sumenep ke-749, politisi PAN itu mengaku prihatin. Mengingat ini adalah momen bersejarah.
“Sebelum sidang dimulai, sebagian teman-teman memang ada yang izin karena sakit dan ada acara. Tapi ke depan ini perlu dievaluasi. Supaya pada paripurna-paripurna berikutnya tingkat kehadirannya menunjukkan grafik yang lebih bagus,” jelasnya.
Seperti diketahui, pada Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi Sumenep kali ini, menurut salah seorang anggota dewan, Abdul Hamid Ali Munir, wakil rakyat yang hadir hanya 18 orang dengan unsur pimpinan dari jumlah 50 anggota. “Saya merasa sangat prihatin,” ungkapnya berbahasa Madura, saat menyampaikan intrupsi saat sidang. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)