SUMENEP, koranmadura.com – Komisi II DPRD Sumenep menolak program pengadaan Coold Room atau pendingin untuk ikan yang dianggarkan Dinas Perikanan Sumenep, Madura, Jawa Timur, tahun 2019. Selain itu, Komisi II juga menolak sejumlah program pelatihan yang dicanangkan oleh Dinas Perikanan.
Kepastian penolakan itu dilakukan saat pembahasan APBD yang dilakukan di komisi-komisi. “Anggarannya sekitar 200 jutaan, kami hapus karena dianggap tidak rasional,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumenep Badrul Aini.
Dari berbagai mitra kerja Komisi II, pembahasan RKA menyisakan satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang belum selesai, yakni Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan. “Belum selesainya pembahasan ini karena dikhawatirkan model kebijakan Kepala Dinas seperti yang lama, sehingga serapan anggarannya sangat minim,” jelasnya.
Sementara untuk Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perikanan sudah selesai semua. Meski, di antara salah satu program di Dinas Perikanan dihapus.
“Khusus untuk Dinas Ketahanan Pangan, Komisi berharap ada perubahan kebijakan personal di Dinas terkait agar tidak merugikan masyarakat lagi,” ungkapnya.
Sementara untuk PT Sumekar komisi II berharap bisa menciptakan inovasi baru, salah satunya menciptakan program yang bersubsidi. Sehingga bisa bersaing dengan sejumlah program yang disubsidi pemerintah pusat.
“Sementara bagi PDAM kami mendukung ada inovasi perusahaan untuk membuat air minum dalam kemasan made in Sumenep,” tegasnya. (JUNAIDI/ROS/DIK)