SUMENEP, koranmadura.com – Lebih seratus warga Desa Tonduk, Kecamatan/Pulau Raas, yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu, belum tiba di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Sampai saat ini, jumlah warga Desa Tonduk yang pulang dari Palu pasca bencana dan telah tiba di kabupaten paling timur Pulau Madura baru 41 orang. Dari jumlah tersebut, 11 di antaranya masih anak-anak.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sumenep, R. Akh. Aminullah menyebut, masih ada 147 warga Desa Tonduk yang saat ini masih dalam perjalanan dari Makasar menuju Sumenep.
“Insyaallah kalau tidak ada hambatan, informasinya kapal yang membawa mereka dari Makasar akan merapat ke Surabay nanti malam sekitar pukul 19.00 WIB,” ungkapnya, Senin, 8 Oktober 2018.
Dari Surabaya, seratus lebih warga Desa Tonduk yang menjadi korban peristiwa nahas di Palu itu akan diangkut menggunakan bus ke Sumenep, sebelum dipulangkan ke kampung halamannya.
Mengenai rencana pemulangan mereka ke Desa Tonduk, menurut Minul direncakan besok, Selasa, 9 Oktober 2018, bersamaan dengan 41 warga Desa Tonduk yang telah tiba lebih dulu.
“Sesuai koordinasi saya dengan Camat Raas dan Kades Tonduk, nanti akan disiapkan kapal mesin berkapasitas sekitar 200 orang. Sehingga secara bersamaan mereka bisa berangkat dari Pelabuhan Dungkek langsung ke Tonduk. Tidak mampir lagi ke Kecamatan Raas,” ungkapnya. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)