SUMENEP, koranmadura.com – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, telah menyelesaikan verifikasi administrasi berkas pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018.
Hasilnya, sekitar 999 dari 2942 pendaftar tidak lulus seleksi administrasi. Sehingga mereka dipastikan tidak bisa mengikuti seleksi lanjutan.
“Yang dinyatakan lulus administrasi sekitar 1943 dari jumlah pelamar. Itu sudah diumumkan,” kata Kepala BKPSDM Sumenep, R Titik Suryati saat dikonfirmasi media ini, Senin, 29 Oktober 2018.
Terbanyak yang lulus seleksi didominasi dari kalangan guru. Dari kategori Honorer Kategori Dua (K2) sekitar 163 dan ditambah dari kalangan guru non K2 34 pendaftar. Sisanya dari tenaga kegiatan dan kategori umum.
Mantan Kabag Hukum Setkab Sumenep itu mengatakan, salah satu faktor tidak lulusnya CPNS dikarena terkendala kelengkapan administrasi. “Tidak ada masalah, karena administrasi tidak lengkap persyaratannya,” jelasnya.
Dia juga mengungkapkan, jika administrasi tidak lengkap, secara otomatis tidak bisa melakukan pendaftaran ulang. Sebab pendaftaran hanya bisa dilakukan melalui situs sscn.bkn.go.id.
Untuk diketahui Sumenep tanun 2018 mendapat kuota sebanyak 372 formasi. Untuk formasi terbanyak yang diperlukan dalam rekrutmen CPNS adalah tenaga pendidik sekitar 200 orang. Sedangkan tenaga kesehatan sekitar 100 orang, dan sisanya tenaga teknis. (JUNAIDI/ROS/VEM)