PAMEKASAN, koranmadura.com – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam, mengimbau kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk berpakaian ala santri.
Imbauan itu akan berlaku selama tiga hari, yakni mulai hari Senin hingga Rabu. Artinya, para ASN ini akan memakai sarung, kopiah dan baju putih untuk laki-laki. Sementara khusus perempuan, yaitu memakai kerudung, rok, dan baju putih.
Menurut mantan aktivis PMII ini, berpakain ala santri itu untuk membangun atmosfir kesantrian di masing-masing OPD, sehingga nuansa keislaman di Gerbang Salam tampak.
“Atmosfir ini bisa dijadikan pondasi kita dalam bekerja, berdasarkan ajaran Islam,” kata Baddrut Tamam, Senin, 22 Oktober 2018.
Pada momen Hari Santri Nasional (HSN) ini, lanjut Baddrut, sangat penting membangun perilaku keagamaan di setiap ASN yang ada di Pamekasan, terutama dalam sektor pelayanan.
“Dari itu, ke depan akan ditradisikan manggil salam “Assalamualaikum” sebagaimana sebutan kepada Pamekasan sebagai kota Gerbang Salam. Sehingga menjadi perilaku dan amaliah-diniyah keseharian para ASN dan masyarakat di Kabupaten Pamekasan,” tandasnya. (SUDUR/SOE/DIK)