SAMPANG, koranmadura.com – Muhammad Zainul Fata, siswa kelas V di SDN Palenggian I, Desa Palenggian, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menjadi perhatian banyak orang setelah dirinya menggendong Ristiani (5), adik sepupunya ke sekolah. Bahkan ia tak pernah mengeluh meski setiap hari harus menjadi kakak yang baik bagi Ristiani. Siapa sebenarnya Fata?
Fata diketahui berasal dari keluarga miskin dari pasangan suami istri (pasutri) Rumna (45) dan Rohimin (47). Ayah fata saat ini bekerja sebagai kuli bangunan di Surabaya, sedangkan ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga. Kesehariannya mencari rumput dan mengambil air untuk kebutuhan hidup sehari-hari.
“Kerjaan saya biasa cari rumput dan ngambil air. Ngambil rumput dan air itu susah, kadang sampai siang hari. Untuk uang ya nunggu kiriman suami. Kalau pagi siapin sarapan anak dan setelah itu saya berangkat ke sawah,” tutur Rumna, Ibu Fata.
Selain itu, Rumna menceritakan, Fata yang selalu menemani adik sepupunya membuat keduanya saling menyayangi. Ristiani pernah di sekolahkan ke PAUD terdekat, namun ia malah tidak betah dan terlihat ingin bersama Fata. Dirinya juga sengaja tidak menjemputnya karena Ristiani lebih betah dengan Fata.
“Dia itu adik sepupunya Fata, tapi ngumpul serumah. Dulunya Fata punya saudara, tapi meninggal. Ya Fata sering bawa ke sekolah kalau orang rumah ke sawah semua. Saya tidak jemput ke sekolah karena adik sepupunya betah sama Fata,” akunya.
Selain menjaga Ristiani, dalam kesehariannya, Fata kerap membantu ibunya untuk mengambil sumber air yang jaraknya sekitar 1 kilo meter dari rumahnya sebagai keperluan Mandi Cuci Kakus (MCK). Karena saat ini di desa tersebut diterpa kekeringan.
“Selain nungguin adik sepupunya, Fata seringkali usai bersekolah ikut bantu ambil air pakai jeriken ukuran 5 liter. Tidak hanya bersekolah SDN dan MI saja, Fata pada malamnya juga ngaji, setelah isya dilanjut belajar kitab hingga pukul 21.30 WIB,” akunya.
Dirinya berharap, Fata menjadi anak saleh, berbakti kepada kedua otang tua dan sukses.
“Kalau nanti jadi orang sukses ya alhamdulillah, tapi pastinya berbakti kepada orang tua. Dan semoga saja cita-citanya terwujud,” harapnya. (MUHLIS/SOE/DIK)