SUMENEP, koranmadura.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Madura, Jawa Timur terkesan plinplan soal data kerusakan dampak gempa Situbondo berkekuatan 6,4 SR, Kamis, 11 Oktober 2018 di Pulau Sapudi.
Kepala BPBD Sumenep Rahman Riadi saat ditemui di Pelabuhan Kalianget pada pagi hari mengatakan bahwa berdasarkan data terbaru, kerusakan dampak gempa sebanyak 970 rumah meski data tersebut masih harus dievaluasi.
Namun, saat dikonfirmasi ulang Kepala BPBD Sumenep malah menyatakan jika data kerusakan hanya 498 unit.
“Fix, data yang kita gunakan 498, itu menjadi skala prioritas penanganan kita, jika nantinya ada warga yang belum tercover, kita kaji dulu,” terangnya kepada sejumlah media, Kamis, 18 Oktober 2018 sore di lokasi gempa.
Jika nantinya ada warga terdampak gempa yang belum mendapatkan bantuan, pihaknya memastikan akan melakukan verifikasi tambahan.
“Jika nanti ada tambahan, kita akan lakukan verifikasi apakah itu masuk kategori atau tidak, karena saya melihat banyak rumah belum masuk dalam kategori rusak berat, sedang maupun rusak ringan,” tegasnya.
Menurut Rahman, parameter rusak dalam korban bencana gempa, ada klaster kerusakan yang perlu diketahui, sehingga bantuan yang akan didistribusikan termasuk jumlahnya tergantung kerusakan tersebut.
“Kategori rusak ringan, yang mengalami kerusakan 30 persen, rusak sedang itu 45 persen, sedang rusak berat mencapai 75 persen, itu perlu dicermati dan bijak, sehingga bantuan ini betul betul tepat sasaran dan tepat manfaat,” tukasnya. (JUNAIDI/SOE/DIK)