JAKARTA, koranmadura.com – Kabar mengejutkan datang dari Karin Novilda atau yang lebih familiar dikenal dengan Awkarin. Pasalnya, salah seorang selebgram Indonesia itu tiba-tiba mengumumkan pamit dari Instagram. Dia mengaku, ingin menjalani kehidupan normal sebagaimana mestinya.
Ternyata, berhenti menggunakan media sosial (medsos) seperti Instagram ada manfaatnya bagi kesehatan, baik fisik maupun psikologis. Berikut manfaat yang bisa dirasakan orang-orang yang memutuskan berhenti bermain medsos, seperti dikutip dari Self.
Membantu membuat tidur lebih nyenyak
Survei yang dilakukan oleh Bank of America terhadap seribu orang Amerika Serikat menemukan bahwa 71 persennya tidur dengan smartphone di samping mereka. Padahal, kebiasaan itu bisa mengganggu kualitas tidur.
Dengan berhenti menggunakan medsos, seseorang akan lebih punya sedikit waktu dengan ponselnya, dan ini akan memengaruhi kebiasaan tidurnya juga. Maka bisa dikatakan berhenti bermain medsos bisa membantu meningkatkan kualitas tidur sehingga menjadi lebih nyenyak.
Lebih interaksi dengan orang lain
Apa kamu merasa ponsel beserta medsos membuatmu nyuekin orang di sebelahmu? Nah, itu yang namanya mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat. Senada dengan yang dikatakan psikolog dari University of North Carolina, Jacqueline Nesi.
“Media sosial dapat menjadi alat yang hebat untuk tetap berhubungan dengan teman dan keluarga. Tetapi menggunakan media sosial secara berlebihan dapat mengorbankan interaksi orang dengan teman atau keluarganya, dan dapat berdampak negatif pada hubungan dan kesejahteraan,” ujarnya.
Jadi, ketika kamu memutuskan untuk berhenti menggunakan medsos, interaksimu dengan teman dan keluarga di sekitarmu akan lebih banyak.
Bisa mengurangi kecemasan
Menurut sebuah penelitian, penggunaan medsos dan teknologi secara berlebihan dikaitkan dengan banyak hal buruk, seperti kecemasan tinggi, kualitas hidup rendah, dan depresi.
Profesor psikolog dari Kent State University, Jacob Barkley, Ph.D mengatakan, bahwa rehat sejenak dari medsos dan teknologi dapat membantu beberapa orang untuk mengurangi kecemasannya. Karena menanggapi pesan, e-mail, Facebook, Instagram, dan berbagai macam medsos yang lain bisa membuat stres.
Nggak FoMo
Fear of missing out atau disingkat FoMo atau takut dibilang nggak update, nggak gaul, atau takut ketinggalan info dirasakan hampir semua orang yang menggunakan medsos. Ketakutan berlebih ini terkadang dapat membuat dampak yang buruk bagi kesehatan mental seseorang.
Dengan berhenti atau rehat sejenak dari dunia medsos, seseorang yang kerap merasakan FoMo akan terlindungi kesehatan mentalnya. Ini juga bisa mengurangi rasa cemas berlebih.
Lebih banyak waktu untuk melakukan hal yang disukai
Jika kita berhenti mendedikasikan waktu untuk medsos, maka kita bisa punya banyak waktu luang untuk melakukan hal yang disuka, seperti hiking, berenang, bermain dengan teman dan keluarga. Duniamu terbebas dari medsos, maka kamu bisa melakukan hal apapun yang kamu sukai. (DETIK.com/ROS/DIK)