SUMENEP, koranmadura.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep, Madura, Jawa Timur, Fatoni memastikan penanganan medis bagi para korban gempa di Pulau Sapudi telah berjalan sebagaimana mestinya.
Namun untuk proses pemulihan trauma (trauma healing), khususnya kepada anak-anak di Pulau Sapudi pasca terjadinya gempa, masih akan dilakukan satu minggu pasca kejadian.
Sebab menurut mantan Sekretaris Dinkes Sumenep itu, tanda-tanda trauma pada korban biasanya baru akan terlihat setelah satu minggu pasca kejadian. “Kalau sekarang belum kelihatan,” ungkapnya, Senin, 15 Oktober 2018.
Untuk penanganannya, Dinkes akan mendatangkan dokter jiwa dari RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep ke Pulau Sapudi. “Kalau ada anak-anak yang takut tidur di rumahnya atau tidak mau masuk gedung, nanti kami tangani,” tambahnya.
Seperti diketahui, Pulau Sapudi merupakan daerah paling parah terdampak gempa yang terjadi pada Kamis dini hari, 11 Oktober 2018. Tiga orang meninggal dunia dalam peristiwa nahas tersebut. Puluhan orang luka-luka.
Selain itu, ratusan unit bangunan rusak, mulai dari yang rusak ringan sampai rusak parah. Hingga sekarang proses pemulihan pasca gempa terus dilakukan oleh ratusan personel gabungan. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)