SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah wartawan yang tergabung dalam Asosiasi Media Online Sumenep (Amos) mengunjungi korban gempa di Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kedatangan mereka untuk menyerahkan bantuan hasil penggalangan dana selama tiga hari yang terkumpul sebanyak Rp 10 juta lebih.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bantuan diberikan dalam bentuk barang berupa semen 4 ton, beras 1 kwintal, mie instan 20 kardus dan sejumlah barang lainnya. Bantuan secara simbolis diberikan pada posko utama di Pulau Sapudi Sumenep, Kamis, 18 Oktober 2018.
Ketua Asosiasi Media Online Sumenep, Ahmadi Muni ketika menyerahkan bantuan mengatakan, bantuan tersebut merupakan hasil dari inisiasi kemanusiaan wartawan media online untuk sekedar membantu terhadap korban gempa di Pulau Sapudi.
“Barangkali, dari sisi nilai banyak memang tidak seberapa dibandingkan dengan bantuan lain seperti pemprov maupun Pemda. Namun, yang sangat bernilai dari usaha teman-teman wartawan untuk ikut peduli terhadap saudara-saudara kita yang terkena gempa,” tutur Ahmadi Muni.
Sementara itu, Bupati Sumenep KH A Busyro Karim mengatakan, sangat mengapresiasi terhadap aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Amos. Kegiatan tersebut sangat penting diikuti oleh oragn lain. Sebab, bantuan kemanusiaan untuk korban gempa sangat dibutuhkan.
“Kami atas nama pemerintah Kabupaten Sumenep memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya terhadap sahabat-sahabat jurnalis. Amos telah melakukan aksi yang cukup luar biasa untuk korban gempa di Pulau Sapudi,” terang Bupati Sumenep Busyro Karim sambil mengacungkan jempol.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Bupati Sumenep melihat secara langsung kondisi korban gempa di pulau Sapudi. Bahkan, pihaknya berjanji akan segera memulihkan kondisi infrastruktur rumah-rumah warga baik yang mengalami rusak ringan, sedang dan rusak berat.
“Bantuan terus mengalir untuk korban gempa di Pulau Sapudi. Bahkan, dari Pemprov Jawa Timur telah mengelontorkan dana sebesar Rp 20 milliar untuk korban gempa di Pulau Sapudi Sumenep,” tegasnya. (JUNAIDI/ROS/VEM)