PAMEKASAN, koranmadura.com – Sebanyak 66 dari jumlah total 99 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, yang telah terbentuk tidak aktif. Hal itu diketahui dari data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat.
Kepala DPMD Pamekasan, Ahmad Faisol mengatakan, ada dua faktor yang menjadi masalah dalam pengelaolaan BUMDes di Pamekasan.
Kendala pertama, karena Sumber Daya Manusia (SDM) dinilai tidak mampu mengelola perusahaan. Kedua, kesulitan mencari potensi Desa meskipun sudah melakukan studi banding ke daerah lain.
Namun sebagian besar potensi desanya tidak sama dengan desa yang menjadi tempat studi lapangan sehingga hasilnya nihil. “Sampai sekarang hanya 33 BUMDes yang aktif,” kata Ahmad Faisol, Rabu, 21 November 2018.
Menurutnya, kebanyakan Kepala Desa di Pamekasan punya niat untuk membentuk BUMDes. Namun mereka blak-blakan mengaku tidak tahu cara pengelolaannya.
“Semangat membentuk dan mendirikan BUMDes itu sudah ada. Cuma ya itu kendalanya,” bebernya. (RIDWAN/ROS/DIK)