SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah bantuan kemasyarakatan di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumenep, Madura, Jawa Timur senilai Rp 4,3 Miliar terancam hangus. Pasalnya, hingga pertengahan November 2018 anggaran dari APBD II itu belum juga dilelang. Sementara tahun anggaran tersisa hanya sekitar satu bulan.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumenep Badrul Aini. Menurutnya, anggaran tersebut telah dianggarkan pada tahun 2017. Namun, pada tahun itu belum terealisasi dengan alasan yang kurang jelas, sehingga dianggarkan kembali di 2018.
“Anggaran ini sudah dua kali tidak terealisasi. Alasannya klasik, karena takut kata Kepala Dinasnya,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat, 16 November 2018.
Anggaran tersebut kata Badrul untuk pengadaan ternak sapi senilai Rp 2,8 miliar dan ternak ayam, itik dan kambing sekitar Rp1,8 miliar. Sementara jumlah penerima sebanyak 200 kelompok penerima yang tersebar di 27 Kecamatan di Sumenep.
Badrul sedikit menyayangkan program itu dibiarkan begitu saja. Padahal progam ini disusun oleh Dinas dan sebagian anggaran diusulkan dewan melalui program pokok-pokok pikiran rakyat (Pokir). Anehnya, anggaran perdin terserap semua.
“Anehnya anggaran perjalanan dinas terserap semua, sementara Anggaran untuk kemasyarakatan tidak direalisasikan. Apa-apaan dinas ini, kok malah anggaran untuk kesejahteraan masyarakat di nomor 5 kan,” tegas politisi senior asal Pulau Kangean itu.
Padahal kata Badrul, sebagian program merupakan penunjukan langsung (PL), seperti bantuan ternak itik dan ayam. Sementara bantuan yang bersumberkan dari Pokir hanya sebesar Rp2,8 miliar.
“Kami sudah panggil Dinas dan Petinggi Pemkab, janjinya siap untuk merealisasikan. Tapi, kenyataannya sampai saat ini tidak dicairkan,” tegasnya. (JUNAIDI/SOE/DIK)