PAMEKASAN, koranmadura.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, menilai Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat tidak mampu menekan jumlah penderita HIV/AIDS di wilayahnya.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Moh. Sahur. Menurutnya, Dinkes harus malakukan sosialisasi lebih maksimal. Sehingga, penderita HIV/AIDS di Pamekasan tidak kian bertambah setiap tahunnya.
“Karena HIV/AIDS penyakit yang bisa menyebabkan kematian, jadi dinkes harus lebih optimal melakukan pencegahan dengan sosialisasi, agar penderitanya tidak makin bertambah,” kata Politikus PPP ini.
Terpisah, Sekretaris Dinkes Pamekasan, Ali Maksum mengatakan saat ini jumlah penderita HIV/AIDS di Pamekasan sebanyak 74 orang. Jumlah itu lebih banyak dari akhir 2017 lalu, yang berjumlah 67 penderita.
“Secara kontinyu kami melakukan sosialisasi bahaya penyakit HIV/AIDS, penularan, dan cara pencegahannya pada masyarakat, agar bisa terhindar dan menjaga diri dari virus mematikan itu,” kata Ali Maksum.
Dijelaskan, diantara penyebab tertular HIV/AIDS karena mengkonsumsi narkoba yang menggunakan jarum suntik bergiliran dan penyimpangan seks, seperti homoseksual. Pihaknya berharap, penderita HIV/AIDS tidak malu untuk berobat.
“Jumlah itu bisa saja bertambah, karena yang kami data itu penderita yang melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan. Penderita jangan malu memeriksakan diri, agar bisa dilakukan tindakan medis untuk proses pengobatan,” katanya. (ALI SYAHRONI/ROS/VEM)