SUMENEP, koranmadura.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penyakit demama berdarah dengue (DBD). Sebab hampir seluruh kecamatan di daratan termasuk daerah endemis DBD.
Kepala Dinkes Sumenep, A. Fatoni mengungkapkan, beberapa tahun lalu hanya beberapa kecamatan di wilayah daratan yang termasuk endemis DBD, yakni Kecamatan Kota, Kalianget, Batuan dan Saronggi. “Tapi saat ini hampir semua kecamatan di wilayah daratan merupakan daerah endemis DBD,” katanya.
Kondisi sebaliknya terjadi di wilayah kepulauan. Menurut Fatoni beberapa kecamatan di kepulauan tidak termasuk wilayah endemis DBD. “Kalau kepulauan jarang. Mungkin karena faktor angin,” tambah dia.
Untuk itu, di awal musim hujan kali ini, menurut Fatoni, pihaknya sudah menyiapkan sarana-prasarana dalam rangka mengantisipasi maraknya DBD, seperti alat fogging dan cairan pembasmi nyamuk. Dinkes juga sudah melakukan sosialisasi ke setiap daerah di wilayah daratan yang masuk daerah endemis.
Namun semua itu tidak cukup. Menurut dia, untuk melawan penyakit DBD yang biasanya marak saat musim penghujan, masyarakat juga perlu “turun tangan” dengan senantiasa memperhatikan dan menjaga lingkungan sekitar.
“Kebersihan lingkungan harus dijaga. Terutama di tempat-tempat umum yang berpotensi menjadi tempat perindukan nyamuk. Misalnya di sekolah, harus dijaga betul,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)