SUMENEP, koranmadura.com – Seniman Sumenep sekaligus pencipta tari Muang Sangkal, Taufiqurrahman telah berpulang ke rahmatullah. Ia menghembusakan nafas terakhir di RSUD Moh Anwar Sumenep Selasa pagi, 20 November 2018, bertepatan dengan 12 Robiul Awal 1439 H.
Almarhum akan dikebumikan nanti sore jam 15.30 WIB di pemakaman Bujuk Panglengur Desa Pabian Sumenep, Madura. Apa pesan terakhir beliau sebelum meninggal?
“Kata-kata yang selalu saya dengar dari almarhum ialah harus professional, kerja keras dan kesungguhan dalam menggarap seni dan budaya,” ucap Abd Kadir, keponakan dari almarhum.
Kadir pun bisa menangkap pesan dari beliau bahwa jika berbuat sesauatu harus dengan sungguh-sungguh, utamnya dalam bidang seni dan budaya. “Pamanda Taufiq itu selalu memberikan semangat hidup dengan sungguh-sungguh, kerja keras, apalagi dalam bidang seni dan budaya,” tambah pria yang saat ini menjabat Kepala Bagian Humas dan Protokol tersebut.
Lebih lanjut Kadir menceritakan bahwa almarhum satu minggu yang lalu masih sempat silaturrahim dengan menaiki becak bersama Enni. Pada Senin malam 19 Nopember 2018 ia masuk rumah sakit karena mengalami sakit komplikasi, diabetes, dan paru-paru, kemudian pada jam 05.00 WIB pagi ia meninggal dunia. (Madani/Soe)