SUMENEP, koranmadura.com – Puncak perayaan hari ulang tahun Ke-6 Koran Madura berlangsung meriah. Hal itu terlihat saat para tamu dan undangan dari berbagai kalangan memenuhi aula Hotel Utami Sumekar, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Senin malam, 26 November 2018.
MH Said Abdullah yang merupakan pendiri dan anggota Banggar DPR RI dalam sambutannya yang dibacakan oleh Abrari, wartawan senior Madura mengatakan, sejak didirikan 6 tahun lalu, Koran Madura bertujuan untuk memasyarakatkan Madura di pentas nasional dan internasional. Lebih dari itu, Koran Madura juga berkomitmen untuk menempatkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk membantu dan membesarkan Koran yang berbasis Madura itu.
“Pada mulanya, Koma (Koran Madura, red) didirikan untuk lebih memasyaratkan madura di pentas nasional dan internasional. Itulah sebabnya, Koma menempatkan SDM di seluruh Jatim, Yogjakarta, Jakarta, Bandung dan Bali. Koma juga meminta mahasiswa di Turki, Malaysia dan Arab Saudi untuk membantu. Para SDM di luar Madura dan luar negeri cukup senang. Sebab lahir koran yang berbasis Madura untuk Indonesia bahkan dunia,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, saat zaman kian mendigitalisasi keadaan, Koma yang pada mulanya cetak bertranformasi menjadi media online. Sebab Koma versi cetak sulit menembus dan bersaing dengan media nasional. Sehingga menurutnya, Koma harus berdamai dengan keadaan.
“Namun demikian, kami merasa bangga Koma bersaing dengan Kompas, Tempo dan Jawa Pos. Meskipun kami sadari, Kompas, Tempo dan Jawa Pos belum tentu merasa disaingi Koma. Tetapi kami terbiasa mengapresiasi proses, sebab kinerja satu hal dan hasil tentu saja hal lain,” paparnya.
Menurut Said Abdullah, di tahun 2016 Koma melakukan transformasi dari versi cetak menjadi versi online. Sebab dengan versi online, menurutnya, Koma dibaca sekurangnya 11 ribu pengunjung setiap harinya.
“Memang belum kami survei apakah 11 ribu pengunjung itu sekedar mengintip, melihat, memelototi, atau menjadikannya sebagai referensi jurnalistik ala Koma yang menggagas media yang mengusung jurnalisme-solutif,” lanjutnya.
Dijelaskan Said, bahwa Koma mengadaptasi Koran Tempo dari segi konten, pemilihan kata dan uraian sebagai untaian kalimat yang enak dibaca. “Soal kemudian publik menilai lain, tentu ini soal selera. Sebab menilai, tentu ini hak segala bangsa dan oleh karena itu, kami menyadari dan menghormati penilaian itu sebagai hak,” tambahnya.
Pada HUT kali ini, lanjutnya berharap, Koma semakin memberi warna pada dialektika jurnalisme ala Madura menuju nasional bahkan internasional. Sebab, hal itu telah ditegaskan melalu jargon ‘satu hati untuk bangsa’ yang melekat sebagai jati diri Koran Madura.
“Koma, yang meletakkan tageline satu hati untuk bangsa ini tak lain sebentuk ikhtiar anak bangsa yang mengadaptasi Patih Gajah Mada dalam sumpah pemuda. Sampai akhirnya, kami menyadari bahwa mempersatukan nusantara tidak mudah, karena harus berdarah-darah. Namun bagi kami, perjuangan tanpa kata akhir sebagaimana berpikir juga tanpa parkir,” jelasnya.
Sebelum mengakiri sambutan, dia pun memberikan catatan akhir untuk Koran Madura. Dia berterima kasih kepada para pihak yang telah ikut mendukung kelangsungan Koran Madura untuk masa lalu, saat ini dan di masa mendatang.
“Demikian sambutan ini, segala kekurangan mohon dipahami sebagai satu bentuk kelebihan dalam wujudnya yang lain,” tandasnya.
Untuk diketahui, Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sumenep, A. Busyro Karim dan Wakil Bupati, Achmad Fauzi, jajaran Forpimda dan sejumlah kepala OPD serta pejabat dari 3 Kabupaten lainnya di Pulau Madura, seperti Pamekasan, Sampang dan Bangkalan. (ROS/VEM)