SUMENEP, koranmadura.com – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo mengimbau kepada seluruh guru agar tidak melakukan aksi demonstrasi. Hal itu untuk menghindari hal-hal tak diinginkan. Misalnya aksi mereka ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu.
Menurut orang nomor satu di lingkungan pemerintahan Provinsi Jawa Timur, aspirasi guru biasanya lebih kualitatif dan produktif. Sehingga daripada disampaikan melalui aksi demonstrasi, lebih baik disampaikan langsung kepada pihak yang bersangkutan.
“Kalau punya aspirasi, sebaiknya disampaikan langsung. Daripada melalui aksi kemudian ada pihak-pihak tertentu yang menyusupi. Toh, kami akan menerima aspirasi guru meski disampaikan dengan cara dialog,” ujarmya.
Hal itu disampaikan Pakde Karwo usai menghadiri peringatan Hari Guru Nasional, Hari Ulang Tahun ke-73 PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), dan Hari Aksara Internasional ke-53 di Stadion A. Yani Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum PB PGRI, Unifa Rosyidi menegaskan, selama ini PGRI memang tidak pernah terlibat dalam politik praktis. Sebagai profesional, menurut dia PGRI memiliki integritas yang harus selalu dijaga oleh semua guru.
“Kaitannya dengan politik praktis, posisi PGRI di tengah-tengah. Dalam hal ini kami sebagai pemersatu. Tidak terlibat dalam arena pertarungan politik praktis,” tegasnya. (FATHOL ALIF/SOE/VEM)