SUMENEP, koranmadura.com – Sejak kabar reposisi Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma mengemuka ke publik, nuansa politik di Sumenep, Madura, Jawa Timur pun memanas. Bahkan, sempat terjadi perseteruan antara Herman Dali Kusuma dengan partanya sendiri, PKB. Bagaimana kabar terbaru persoalan reposisi tersebut?
Berdasarkan hasil penelusuran koranmadura.com, Ketua DPRD Sumenep dikabarkan telah mengembalikan mobil dinas (Mobdin) ke Sekretariat Dewan. Sebab, sejak tiga hari yang lalu mobil merk Toyota Corolla Altis dengan Nomor Polisi M 3 VP terlihat nangkring di parkiran bagian selatan sekretariat DPRD Sumenep.
Sebelumnya, mobil warna hitam itu diletakan di rumah Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma. “Sejak tiga hari lalu melihat ada mobil itu (Mobdin ketua DPRD) ada di parkiran,” kata Sekretaris Dewan Moh Mulki, Kamis, 1 November 2018.
Namun, selama ini kata Mulki secara administrasi dirinya belum menerima pengembalian. Mestinya, jika hendak dikembalikan harus disertakan berita acara serah terima.
“Sepengatahuan kami sampai saat ini tidak ada pengembalian (mobil dinas). Kemudian kami panggil sopirnya, ternyata katanya diperintah Ketua DPRD untuk menitipkan mobil itu di sini,” jelasnya.
Apakah ini sebagai tanda H. Herman memang menyerah? Mulki mengaku tidak tahu soal itu. “Soal itu kami tidak paham. Dia yang tahu,” imbuhnya.
Sebelumnya, Herman sebagai Ketua DPRD Sumenep sempat menggugat Ketua DPC PKB Sumenep, Ketua DPW PKB Jawa Timur dan Ketua DPP PKB ke Pengadilan Negeri (PN) Sumenep. Gugatan itu dilakukan setelah turunnya SK DPP PKB tentang pergantian Ketua DPRD Sumenep, yang digantikan oleh Dul Siam selaku Sekretaris DPC PKB Sumenep.
Hanya saja gugatannya dicabut lagi setelah DPC PKB gelar rapat pleno yang menghasilkan agar Herman mencabut gugatannya dan membacakan SK pergantian. Apabila tidak dicabut, DPC PKB mengancam akan memberhentikan Herman dari keanggotaan partai. (JUNAIDI/SOE/DIK)