SUMENEP, koranmadura.com – Pertandingan antara Madura FC menghadapi PSS Sleman dalam lanjutan babak delapan besar Liga 2 Indonesia langsung memanas sejak awal-awal babak pertama, Senin, 12 November 2018.
Kedua tim bermain dengan tempo tinggi. Madura FC yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion A. Yani Sumenep, Jawa Timur, langsung mengambil inisiatif menyerang sejak menit-menit awal pertandingan.
Madura FC memang menarget tiga poin di laga ini untuk menjaga peluang lolos ke babak semifinal. Apalagi di laga sebelumnya Madura FC kalah 0-1 saat tandang ke markas PSS Sleman.
PSS Sleman, meski bertindak sebagai tim tamu tak mau menyerah begitu saja. Tim berjuluk Super Elang Jawa itu juga beberapa kali merepotkan lini belakang Laskar Jokotole melalui skema serangan balik cepat.
Selama 45 menit pertama pertandingan, Madura FC beberapa kali berhasil menciptakan peluang. Begitu juga dengan PSS Sleman. Hanya saja, beberapa peluang itu belum bisa dikonversi jadi gol. Babak pertama berakhir imbang 0-0.
Memasuki babak kedua, Madura FC kembali tancap gas. Beny Ashar dan kawan-kawan langsung menggempur benteng pertahanan Super Elang Jawa. Namun selalu berhasil dimentahkan para pemain PSS Sleman yang lebih banyak bertahan dan hanya mengandalkan serangan balik cepat.
Upaya Laskar Jokotole mencetak gol akhirnya membuahkan hasil di menit ke-80. Satu-satunya gol yang tercipta di laga ini tercatat atas nama Faris Aditama yang masuk menggantikan kapten Madura FC, Beny Ashar.
Skor 1-0 untuk kemenangan Madura FC bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda akhir pertandingan. Berkat kemenangan kali ini, selain berhasil membalas kekalahan di kandang PSS Sleman, Laskar Jokotole kini mengoleksi enam poin. Peluang lolos ke babak semifinal pun masih terjaga.
Sekadar diketahui, kemenangan kali ini sekaligus memastikan dominasi Madura FC atas PSS Sleman di Liga 2 Musim 2018. Dari empat kali bertemu, ini adalah kali ketiga Laskar Jokotole memecundangi Super Elang Jawa. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)