SEMENEP, koranmadura.com – Madura FC memang gagal melangkah ke babak semifinal Liga 2 Indonesia musim ini, setelah langkahnya terhenti di babak delapan besar. Namun demikian, nama Madura FC masih terdengar nyaring di pentas persepakbolaan nasional hingga hari ini.
Hal tersebut tak lepas dari keberanian sang Manajer Madura FC, Januar Herwanto, yang berbicara lantang tentang “pasar gelap” dunia sepakbola nasional. Salah satunya tentang tawaran pengaturan skor oleh oknum Exco PSSI untuk timnya.
Januar menyampaikan, tawaran tersebut datang saat tim berjuluk Laskar Jokotole itu tandang ke markas PSS Sleman pada 2 Mei lalu. Namun tawaran tersebut ditolak. Madura FC membuktikannya dengan mengalahkan PSS Sleman dengan skor 2-1 waktu itu.
Suara lantang Januar tak akan berhenti sampai di sini. Malam ini ia akan kembali berbicara tentang hal itu di Mata Najwa, salah satu acara di salah satu stasiun televisi nasional. “Ya. Betul. Nanti malam saya hadir di Mata Najwa,” kata Januar kepada koranmadura.com, Rabu, 28 November 2018.
Dia mengungkapkan, secara umum dirinya akan berbicara tentang tawaran pengaturan skor yang pernah dialami Madura FC. “Soal oknum Exco PSSI yang ngajak kami untuk mengalah ke PSS Sleman saat away pada babak penyisihan, 2 Mei lalu,” ungkapnya.
Selebihnya Januar berharap dengan mencuatnya persoalan ini ke permukaan publik, nantinya menjadi salah satu faktor yang akan mengantarkan sepakbola nasional ke arah yang lebih baik dan dijauhkan dari kartel. “Karena kalau sampai dikuasai kartel, sepakbola Indonesia hanya akan berkembang dalam asbak,” tegasnya. (FATHOL ALIF/SOE/D4N)