PAMEKASAN, koranmadura.com – Masyarakat Kabupaten Pamekasan yang tidak bisa baca-tulis atau buta aksara lebih dari 16 ribu orang. Untuk menuntaskan itu, butuh waktu lebih dari dasawarsa atau 10 tahun.
Perkiraan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan, Moch. Tarsun. Menurutnya, pengentasan buta aksara yang dijalankan pemerintah melalui program Keaksaraan Fungsional (KF) setiap tahun menargetkan 1200 orang.
“Jadi, kalau dipadukan antar jumlah penyandang buta aksara dengan program KF, maka butuh waktu yang lama untuk menuntaskan buta huruf di Pamekasan, lebih dari 10 tahun,” kataTarsun.
Lanjutnya, program KF dibiayai dari dua sumber pendanaan, yaitu dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dengan sasaran buta aksara berbeda.
“Seribu orang yang ikut program KF itu dibiayai dari APBN dan 200 orang didanai dari APBD, jadi 1.200 yang menjadi target pengentasan buta akrasa setiap tahunnya. Kami optimis dengan program KF, Pamekasan bias bebas dari buta aksara dalam beberapa tahun ke depan,” katanya. (ALI SYAHRONI/SOE/VEM)