PAMEKASAN, koranmadura.com – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, berharap ada kebijakan baru dari pemerintah pusat terkait passing grade atau ambang batas nilai tes SKD CPNS 2018. Sebab, dari 8.632 peserta yang ikut tes SKD, hanya ada 162 peserta yang dinyatakan lolos.
Sementara jumlah formasi yang di butuhkan di Pamekasan sebanyak 430. “Kami berharap kepada pemerintah pusat, formasi yang tersedia itu bisa terpenuhi, semoga Menpan-RB memberikan kebijakan baru, entah passing gradenya diturunkan atau nilai paling tinggi bisa dimasukkan saja,” ungkap Kepala BKPSDM Pamekasan, Lukman Mehdi Mehdia, Rabu, 14 November 2018.
Dikatakan Lukman, dari hasil tes yang di laksanakan mulai 27 Oktober samapai 13 November ini, pihaknya akan memasrahkan kepada tim Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) untuk menentukan langkah selanjutnya. Karena pemerintah daerah hanya fasilitator dalam penyelengaraan ini.
“Hasil tes yang di laksanakan 18 hari ini akan di pasrahkan ke panselnas biar panselnas sendiri yang menentukan,” imbuhnya.
Dilanjutkan Lukman, dari ribuan peserta yang tidak lolos tes SKD, dimungkinkan karena soalnya terlalu sulit. “Kalau dilihat dari pesertanya, mungkin soalnya yang sulit karena peserta banyak yang tidak memenuhi ambang batas itu bukan cuman di Pamekasan,” pungkasnya. (SUDUR/ROS/DIK)