SUMENEP, koranmadura.com – Memasuki musim penghujan, para petambak garam di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai berhenti produksi. Salah satunya di Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, dan sekitarnya.
Salah seorang petambak asal desa tersebut, Noval Wahedi mengatakan, para petambak di desanya sudah mulai berhenti produksi sejak beberapa hari lalu. Para petambak khawatir, jika tetap produksi hanya akan merugikan.
“Karena kalau sudah musim hujan dan masih dipaksakan produksi garam, hasilnya tidak akan bagus. Bahkan bisa tidak jadi garam. Karena garam ini butuh terhadap cuaca panas,” ungkapnya, Jumat, 9 November 2018.
Dikonfirmasi lebih lanjut mengenai aktivitas para petambak saat ini, pria yang akrab disapa Noval ini mengungkapkan, sebagian ada yang sudah menggulung polibek yang dipakai petambak selama produksi untuk disimpan.
“Sebenarnya meski tak digulung untuk disimpan tidak terlalu masalah. Cuma kami khawatir saja, kalau tidak disimpan pada saat masuk musim berikutnya polibek itu kurang bagus,” tambahnya.
Selain menggulung polibek, ada juga sebagian petambak yang mulai menutup hasil produksinya dengan terpal untuk disimpan. “Kalau petambak yang punya gudang, aktivitasnya memindah garam ke dalam gudang,” pingkasnya. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)