PAMEKASAN, koranmadura.com- Para pedagang kaki lima (PKL) di Taman Arek Lancor Pamekasan, Madura, Jawa Timur merasa keberatan terhadap rencana relokasi yang akan dilakukan oleh Bupati Baddrut Tamam. Menurut mereka, Taman Arek Lancor adalah tempat yang strategis untuk berjualan.
Hal itu diungkapkan oleh salah satu PKL di Taman Arek Lancor, Ani. Pedagang yang berasal Proppo ini mengaku keberatan jika harus direlokasi ke tempat lain. Sebab, menurut Ani, Arlan adalah tempat yang strategis untuk berjualan.
“Arek Lancor adalah tempat yang bagus untuk jualan, karena banyak pembeli yang datang ke sini. Nanti kalau pindah bisa saja sepi. Gimana nanti mas?” keluhnya dengan ekspresi resah, Rabu, 7 November 2018.
Ia berharap, Bupati Pamekasan mempertimbangkan kembali rencana tersebut. Daripada merelokasi, lanjutnya, Ani lebih setuju menata kembali PKL agar rapi berjualan. “Mendingan ditata saja, bagaimana PKL yang ada di Arek Lancor rapi berjualan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Pamekasan, Baddrut Taman berencana merelokasi PKL di Taman Arek Lancor karena dianggap mengganggu keindahan.
“Arek Lancor ini harus menjadi taman yang menggambarkan keindahan. Di sisi lain, informasi yang saya peroleh beberapa pedagang liar banyak di sana. Kami akan carikan alternatif terlebih dahulu di mana, serta kami pastikan dulu PKL ini asli dari Pamekasan atau orang luar, karena tugas Pemkab mendorong pertumbuhan ekonomi untuk seluruh masyarakat Pamekasan,” katanya. (SUDUR/SOE/VEM)