SUMENEP, koranmadura.com – 50 Anggota DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, baru selesai melakukan serap aspirasi di masing-masing daerah pemilihan (Dapil). Serap aspirasi merupakan agenda tahunan untuk mendengarkan keluh kesah masyarakat.
Banyak temuan yang dikeluhkan masyarakat sehingga membuat salah seorang wakil rakyat di gedung parlemen begitu kaget. Salah satunya dialami oleh M Sukri, politisi PPP itu mengaku terkejut saat mendengar keluh kesah masyarakat mengenai biaya pengangkutan mayat antar kepulauan yang begitu mahal.
Saat ini, kata dia, belum ada perahu khusus pengangkut jenazah. Apabila ada warga kepulauan yang meninggal dunia di Puskesmas, biaya untuk pengangkutan menggunakan perahu nelayan.
“Saat masyarakat kepulauan meninggal dunia di rumah sakit (Puskesmas) untuk mengantarkan ke sejumlah kepulauan menggunakan perahu nelayan, karena tidak ada ambulance laut. Sementara jarak dari Puskesmas ke sejumlah kepulauan sangat jauh,” kata dia.
Sementara biaya yang dikeluarkan oleh warga untuk mengangkut janazah antar kepulauan di Sapaken sebesar Rp 2 juta satu kali jalan.
Biaya akan dikeluarkan secara lebih besar ketika pengangkutan jenazah dilakukan dari Pelabuhan Kalianget. Warga harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 7,5 juta satu kali jalan. “Karena banyak tradisi di masyarakat kalau sehabis muat jenazah harus ada selamatan,” jelasnya.
Oleh sebab itu, pihaknya sebagai wakil rakyat dari Kepulauan meminta untuk menugaskan pengadaan ambulance laut. “Ini harus diperhatikan, karena pengadaan ambulance laut sangat dibutuhkan,” tegasnya. (JUNAIDI/ROS/DIK)