PAMEKASAN, koranmadura.com – Politikus Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Taufiqurrahman, menyindir omongan Bupati Baddrut Tamam.
Omongan yang dimaksud yaitu menyuruh politikus PKS Harun Suyitno untuk belajar lagi. Baddrut Tamam menyampaikan hal itu karena tidak terima program andalannya disebut tidak masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2019.
“Kita lihat mantan-mantan bupati kita semuanya kan penuh dengan etika berpolitik serta komunikasi politik yang baik,” kata Taufiqurrahman, saat dikonfirmasi awak media.
Oleh karenanya, anggota Komisi IV DPRD Pamekasan itu meminta Bupati Baddrut Tamam belajar cara menyampaikan komunikasi politik yang baik.
“Kita berharap kedepan bupati tidak alergi terhadap kritik dan belajar cara menyampaikan serta komunikasi politik sebagai seorang bupati,” harapannya.
Seperti diketahui, program Bupati yang dimaksud Harun tidak masuk RAPBD 2019, yaitu menciptakan sepuluh ribu pengusaha baru serta memberikan dana Rp 500 sampai Rp 1 miliar perdesa setiap tahun.
Gara-gara itu, Baddrut Tamam langsung memanas dan meminta Harun Suyitno yang saat ini duduk di barisan anggota Komisi II DPRD untuk belajar.
“Itu anggota dewannya surah belajar dech, bilang dari saya suruh belajar lagi,” kata Baddrut Tamam pada awak media, beberapa waktu lalu. (RIDWAN/ROS/DIK)