JAKARTA, koranmadura.com – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengungkapkan soal yang diberikan dalam tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) kepada peserta CPNS 2018 cukup mengecoh. Karena soal yang diberikan jadi terlihat sulit.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat Badan Kepegawaian Negara (BKN) Muhammad Ridwan bahwa standar soal yang digunakan dalam tes CPNS 2018 masih sama dengan tahun sebelumnya. Hanya saja, kata dia, bentuk soal dibuat lebih mengecoh para peserta.
“Yang pasti, sekarang yang kelihatan susah itu ada jawaban pengecoh. Jadi jawabannya mengecohkan, sehingga kesannya susah. Padahal standardnya yang dipakai sama,” kata Ridwan saat dihubungi, Sabtu, 10 November 2018).
Ridwan menjelaskan, sejatinya soal-soal tersebut dirancang oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Asosiasi Perguruan Tinggi Negeri. Mereka ditugaskan oleh Kementerian PAN-RB untuk membuat soal tes CPNS sejak 2014.
Jenis soal yang mengecoh itu, kata Ridwan, sebagai bentuk evolusi dari soal yang diberikan dalam setiap pembukaan lowongan CPNS. Semua itu bertujuan agar bisa mendapat hasil peserta yang lebih baik.
“Yang jelas soal itu, soal berevolusi, kalau nggak kan nggak maju. Sama dengan UN, sama dengan SNMPTN, kalau kita nggak mengevolusi soal ya nanti sama saja, malah makin tinggi saja dapetnya (lebih gampang jadi CPNS)” terangnya.
Sedangkan untuk sistem passing grade yang digunakan tahun ini, tambah Ridwan, masih sama seperti yang digunakan saat pembukaan lowongan CPNS pada 2017 lalu. Tingkat passing grade tak ada yang berbeda.
“Passing grade-nya berbeda memang di tahun 2014, tapi di tahun 2017 formula 75 untuk TWK, 80 untu TIU, dan 143 TKP itu masih sama persis,” tuturnya. (DETIK.com/ROS/DIK)