SUMENEP, koranmadura.com – Taufiqurrahman pencipta Tari Muang Sangkal yang meninggal dunia pada Selasa pagi, 20 November 2018 di RSUD Moh Anwar Sumenep ternyata selama hidupnya tak pernah menikah.
Sejak lahir pada 10 Oktober 1940 hingga menghembuskan nafas terakhir hari ini, ia memilih hidup melajang dengan tinggal bersama keluarganya. Sejak sakit almurhum dirawat oleh Enni yang tinggal di Jl Matahari Desa Pabian Sumenep.
Hal itu diungkapkan oleh Abd Kadir keponakan dari almarhum. “Sejak sakit ia dirawat oleh Ma’ (Tante) Enni, maklumlah, karena beliau tak pernah menikah mas,” terangnya.
Sebelumnya almarhum tinggal di Jalan KH Mansur Desa Pangarangan, dua tahun yang lalu rumah almarhum di Jl KH Mansur. Namun, kemduian dijual dan bangun rumah baru di Jl Matahari Satelit Desa Pabian dengan tujuan ingin kumpul bersama keluarga, salah satunya bersama Gus Wahid (mantan Kepala Dinas Kebersihan Sumenep).
“Setelah rumahnya dijual, almarhum bangun rumah baru di Satelit, kemudian paman saya ini jatuh sakit, sejak itulah sakit-sakitan namun masih bisa berkomunikasi dan silaturrahim. Dan hari ini usai subuh tadi beliau meninggalkan kita semua,” ucap Abd Kadir pria yang saat ini menjabat Kabag Humas dan Protokol Pemkab Sumenep ini.
Almarhum mengalami sakit komplikasi, diabetes hingga paru-paru. Beliau akan dikebumikan di pemakaman Bujuk Panglegur di Desa Pabian pada jam 15.30 WIB nanti sore. (Madani/Soe/VEM)