SUMENEP, koranmadura.com – Hampir tiga bulan pasca terjadinya gempa bumi yang melanda Pulau Sapudi, bantuan untuk para korban berupa air mineral masih terlihat di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Bantuan air mineral itu masih terlihat tertata rapi di salah satu ruangan Kantor Disperindag. Di salah satu karton terlihat ditempel kertas bertuliskan: “Maaf, barang bantuan gempa Sepudi ini adalah amanat. Tolong jangan diambil. Jumlah 129 karton”.
Menanggapi hal itu, Kepala Disperindag Sumenep, Syaiful Bahri mengatakan, bantuan air mineral yang masih ada di kantornya itu merupakan bantuan tambahan dan memang belum tersalurkan.
“Sebenarnya kami sudah tiga kali mengirimkan bantuan. Dan yang ini merupakan tambahan. Bukan yang pertama. Kalau yang pertama sudah disalurkan,” katanya, Kamis, 27 Desember 2018.
Dikonfirmasi lebih lanjut terkait rencana pengirimannya, menurut Syaiful pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. “Sepanjang BPBD akan mengirimkan bantuan, nanti kami selipkan. Semua akan disalurkan. Makanya kami pasang tulisan, jangan diambil. Ini barang amanah,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Pulau Sapudi digungcang gempa pada Kamis dini hari, 11 Oktober 2018, lalu. Tiga orang meninggal dunia dalam peristiwa nahas tersebut. Puluhan orang luka-luka. Selain itu, ratusan unit bangunan rusak, mulai dari yang rusak ringan sampai rusak parah. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)