SUMENEP, koranmadura.com – Tim Satgas Anti Mafia Bola yang dibentuk Polri turun ke Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Informasinya mereka akan memintai keterangan manajer, pelatih, dan salah seorang pemain Madura FC di Mapolres setempat, Kamis, 27 Desember 2018.
Baca: Tim Satgas Anti Mafia Bola Turun ke Sumenep, Ada Apa?
Pantauan di lokasi, Tim Satgas Anti Mafia Bola dari Mabes Polri itu tiba di Mapolres Sumenep sekitar pukul 13.50 WIB. Mereka langsung masuk ke ruangan Kapolres.
Sedangkan Manajer Madura FC, Januar Herwanto; Pelatih Madura FC, Salahudin; dan salah seorang pemain, Muhammad Chairul Rifan, datang belakangan, sekitar pukul 14.20 WIB.
Proses pemeriksaan yang berlangsung di Ruang Gelar Polres Sumenep itu hingga sekarang masih berlangsung. Sementara, belum ada keterangan terkait kegiatan tersebut, baik dari Tim Satgas maupun pihak Madura FC.
Namun demikian, sebelumnya Manajer Madura FC, Januar Herwanto mengungkapkan bahwa keterangan yang akan digali Satgas kemungkinan seputar polemik pertandingan antara Madura FC dengan PSS Sleman di Babak 8 Besar Liga 2 Indonesia yang berakhir dengan kekalahan Madura FC 1-0.
Satu-satunya gol yang tercipta dalam laga tersebut ialah melalui gol bunuh diri pemain belakang Madura FC, Muhammad Chairul Rifan. Rifan salah mengantisipasi umpan silang pemain PSS Sleman yang sebetulnya sudah dalam posisi offside.
“Mungkin untuk minta keterangan lebih lanjut kepada kami. Kepada saya sebagai manajer dan Coach Salahudin sebagai pelatih. Saya juga minyampaikan kepada mereka (Satgas) untuk juga meminta keterangan kepada Rifan. Biar semuanya jelas,” katanya. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)