JAKARTA, koranmadura.com – Pembangunan pabrik kereta terbesar di Indonesia akan dimulai pada pertengahan bulan Desember 2018. Pabrik yang akan dibangun di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, tersebut akan menelan biaya sebesar Rp 1,6 triliun.
Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro mengatakan, persiapan pembangunan masih dilakukan. Dia mengatakan, perizinan tidak menjadi kendala karena mendapat dukungan dari pemerintah daerah.
Pabrik kereta api ini akan dibangun di lahan seluas 83 hektare, menggunakan lahan milik PTPN XII. Pabrik ini akan menjadi terbesar, karena pabrik INKA di Madiun hanya 22 hektar. Dia melanjutkan, saat ini tengah berlangsung penunjukan kontraktor.
“Saat ini kami sedang proses teknis penunjukan kontraktor pelaksana pembangunan. Ya kurang-lebih seminggu ke depan selesai,” katanya.
Dia mengatakan, pabrik ini ditargetkan operasi pada awal 2020. Pabrik ini akan memproduksi 3 gerbong kereta per hari. Dengan pabrik eksisting di Madiun yang memproduksi 1 gerbong, maka nantinya total produksi 4 gerbong sehari.
“Jadi sehari INKA akan memproduksi 4 gerbong per hari. Ini akan mempercepat pemenuhan pesanan kereta api dari berbagai negara yang telah memesan. Lokasi pabrik ini sangat strategis. Dekat dengan Pelabuhan Tanjung Wangi yang dikelola PT Pelindo III, lebih menyingkat waktu pengiriman ke luar negeri,” paparnya.
Industri baru di Banyuwangi ini, nantinya juga akan menyerap banyak tenaga kerja baik di level manajerial maupun teknisi operasional. Diperkirakan total tenaga kerja yang dibutuhkan mencapai 3.500 orang.
“Kebutuhan tenaga kerja pastinya kami utamakan bisa dipenuhi dari sekolah vokasi di Banyuwangi. Kami juga sudah bekerja sama dengan beberapa SMK untuk membuka kelas perkeretaapian,” terangnya. (DETIK.com/ROS/DIK)