SAMPANG, koranmadura.com – Agenda kegiatan sosialisasi tentang organisasi kemasyarakatan yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) mendapat sorotan pedas. Pasalnya, agenda tahunan yang digelar di Aula PKPRI Trunojoyo tersebut dinilai hanya menguras anggaran yang ada. Sebab, tidak semua organisasi kemasyarakat mendapat pengarahan maupun pembinaan.
“Yang diundang, ya cuma LSM atau ormas itu-itu saja. Padahal LSM di Sampang itu banyak sekali, baik resmi administratif maupun abal-abal. Adanya kegiatan itu justru bukan malah mengurangi munculnya LSM nakal maupun abal-abal justru malah tambah banyak. Maknya kegiatan itu kami nilai hanya mau nguras anggaran saja,” tutur Ketua LSM Generasi Peduli Rakyat (GPN) Sampang, Rolis Sanjaya, kepada koranmadura.com, Sabtu, 8 Desember 2018.
Tidak hanya itu, Kang Rolis sapaan akrab Rolis Sanjaya menuturkan, pihaknya meminta kepada Bakesbangbol untuk bekerja profesional, bukan hanya sekedar sosilaisasi saja yang hasilnya terbilang nihil.
“Kalau mau tertibkan LSM atau Ormas abal-abal, lakukan langkah tegas, kalau perlu bubarkan. Karena banyak keluhan masyarakat akibat ulah oknum yang tidak bertanggungjawab dan mengaku dari LSM,” tegasnya.
Sementara Plt Kepala Bakesbangpol Sampang, Achmad Husairi menjelaskan, kegaiatan sosialisasi tentang organisasi kemasyarakatan menurutnya sebagai upaya pembinaan sekaligus menekan munculnya ormas dengan tanpa legalitas yang jelas.
“Tadi dalam acara kami sudah sampaikan, mulai tahun ini kami sudah membentuk tim khusus keormasan yang tugasnya memantau dan mencatat LSM maupun ormas lain yang ada di Sampang sebagaimana data di Bakesbangpol. Dan langkah ini sebagai evaluasi keberadaan LSM atau ormas abal-abal sebagaimana tertuang dalam Permendagri No 57 Tahun 2017,” paparnya.
Dalam aturan Permendagri tersebut, pihaknya mengaku saat ini tidak mempunyai kewenangan untuk memberikan Surat Keterangan Terdaftar (SKT). Pihaknya hanya memfasilitasi LSM atau Ormas yang hendak mendaftar ke Kemendagri melalui Sistem Informasi Organisasi Kemasyarakatan metode online. “Kami hanya membantu verifikasi kelengkapan data yang akan di daftarkan ke Kemendagri karena servernya ada di kami,” paparnya.
Lanjut Pak Kus sapaannya mengakui, bahwa dalam acara sosialisasi yang digelar tadi pagi tidak semua LSM dan ormas diundang. “Memang sebagian LSM dan ormas yang kami undang, kuota undangan 100. Setiap undangan itu ketua dan sekretarisnya. Soal bermanfaat atau tidaknya itu relatif tergantung peserta yang hadir,” ungkapnya. (MUHLIS/ROS/DIK)