SUMENEP, koranmadura.com – Berdasarkan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan Visit Years (tahun kunjungan wisata) 2018, di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dinilai perlu ada hotel tambahan. Namun kelasnya bukan lagi yang melati.
“Kalau berdasarkan evaluasi tahun kunjungan wisata 2018, ke depan memang perlu menamabah hotel,” ungkap Kepala Dinas Periwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, Sufiyanto.
Namun demikian, kata pria yang akrab disapa Sofi, hotel yang perlu dibangun di Sumenep ke depannya minimal harus bintang tiga. Salah satu alasannya, supaya tidak mematikan hotel-hotel melati yang sudah ada selama ini.
Di samping itu, lanjutnya, jika pembangunan hotel melati dibiarkan menjamur, perkembangan ekonomi di kabupaten paling timur Pulau Madura ini akan stagnan.
Oleh karena itu, terkait kebijakan pembangunan hotel, menurut Sofi, ke depan Pemkab Sumenep tidak akan memberikan rekomendasi untuk pembangunan hotel melati. “Kalau bintang tiga ke atas akan direkomendasi,” tambahnya.
Sofi mengungkapkan, saat ini sudah ada investor yang bersedia membangun hotel berbintang di Sumenep. Namun ia belum mengungkap lebih detil mengenai hal itu. “Nanti kita lihat saja tahun 2019,” ungkapnya.
Sekadar diketahui, target kunjungan wisatawan lokal yang mencapai 1,2 juta lebih sudah tercapai. Sementara wisatawan manca negara hanya tercapai sekitar 70 persen dari yang ditargetkan 5 ribu orang. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)