SAMPANG, koranmadura.com – Insentif guru tidak tetap (GTT) di Sampang, Madura, Jawa Timur bakal naik Rp 150 ribu per bulan. Bagaimana tanggapan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) setempat?
Baca: Insentif GTT di Sampang Bakal Naik Rp 150 Ribu
Ketua PGRI Sampang, Ach Mawardi bersyukur atas kenaikan insentif GTT tersebut. Namun diakuinya, kenaikan itu masih belum mampu menyejahterakan GTT di wilayahnya. Seharusnya, kata dia insentif GTT setara dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yaitu senilai Rp 1 juta lebih.
“Kanaikan insentif itu masih belum mampu sejahterakan GTT, tapi dengan kenaikan insentif itu kami bersyukur. Kami berharap guru di wilayahnya semakin giat karena pengabdiannya dalam dunia pendidikan sungguh luar biasa,” tuturnya.
Pihaknya juga menyampaikan, kenaikan insentif guru sebenarnya sudah dijaukan sejak dua tahun yang lalu dan akan direalisasikan pada 2019 mendatang.
“Kenaikan itu sudah diusulkan dua tahun lalu oleh Disdik setempat. Dan alhamdulillah di dalam pembahasan banggar DPRD disetujui meski naik sebesar Rp 150 ribu. Tapi ada informasi juga bahwa Bupati terpilih saat ini juga memprogramkan kenaikan gaji GTT, jadi mungkin insentif GTT nantinya bisa lebih dari itu, ya semoga saja,” harapnya.
Kabid Pembinaan SD Disdik Sampang ini juga menjelaskan, adapun syarat GTT yang bisa mendanpatkan kenaikan insentif tersebut diantaranya untuk GTT SMP minimal mengajar 18 jam dalam seminggu, sedangkan untuk guru SD yaitu harus guru kelas.
“Seingat saya, pengabdiannya minimal harus empat tahun lalu. Kalau pengabdiannya kurang dari empat tahun, ya belum. Karena yang dipikirkan oleh Disdik adalah pengabdiannya yang sudah lama, apalagi yang ngajarnya jauh,” pungkasnya. (MUHLIS/SOE/DIK)