PAMEKASAN, koranmadura.com – Warga Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur melakukan aksi protes dengan menutup akses jalan menuju pelabuhan, Senin, 31 Desember 2018.
Pantauan koranmadura.com, aksi penutupan tersebut dilakukan dengan ban bekas dan dipalang. Aksi tersebut merupakan protes warga terhadap pemerintah lantaran jalan menuju dermaga pelabahan Branta Pesir dibiarkan rusak dan tak kunjung diperbaiki.
Salah satu warga sekaligus apratur desa setempat, Ali Syahbana mengatakan, penutupan akses jalan menuju pelabuhan sebagai bentuk protes warga kepada pemerintah karena aspirasinya tak kunjung mendapat direspon. Padahal diakuai oleh Ali, pihaknya sudah mengusulkan mulai perbaikan jalan pada tahun 2014 lalu.
“Hal ini merupakan bentuk kekesalan kita pada Pemerintah Kabupaten Pamekasan, karena jalan rusak parah dan mengganggu aktivitas warga,” tegas Ali, Senin, 31 Desember 2018.
Ali menambahkan, saat musim hujan seperti sekarang jalan menuju pelabuhan tak bisa dilalui karena becek. “Apalagi saat musim hujan, jalan tersebut banjir dan tidak bisa dilalui,” tambahnya.
Warga meminta keapda pemerintah setempat untuk segera memperbaiki jalan tersebut, karena setiap hari kendaraan keluar masuk pelabuhan.
“Kepada pihak terkait untuk segera membangun infrastruktur jalan yang rusak cukup parah ini,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan Totok Hartono belum bisa bisa dikonfirmasi. Karena ketika dihubungin via WhatsApp pihaknya belum merespon. (SUDUR/SOE/DIK)