SUMENEP, koranmadura.com – Sebuah mobil Daihatsu Zebra Espass warna Silver milik keluarga pasien lenyap di area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moh Anwar Sumenep.
Kejadian itu terjadi pada Rabu malam, 12 Desember 2018, sekitar pukul 19.15 WIB.
Salah satu keluarga pasien bernama Ahmad Naufil menuturkan kronologi hilangnya mobil bernopol M 1469 VD tersebut. Awalnya mobil itu diletakkan di area parkir, namun karena ingin dekat dengan keluarganya yang sedang rawat inap, akhirnya mobilnya dipindah ke halaman sebelah kamar jenazah.
Kemudian sekitar jam 19.00 WIB, Mastaufiq (keponakan Naufil) menyalakan mesin mobil tersebut. Namun, dalam waktu bersamaan, penyakit Bapaknya sedang kambuh, Mastaufiq pun terburu-buru dan meninggalkan mobil tersebut dengan kunci tertinggal dalam.
Selang 15 menit, Mastaufiq menyuruh keponakannya atas nama Lailur untuk mengambil kunci mobilnya yang tertinggal itu. Lailur terkejut, karena sesampainya di tempat mobil itu sudah tidak ada.
Setelah dicari tidak ada dan dinyatakan hilang, Naufil bersama Mastaufiq komplain ke petugas parkir. Mastaufiq dan Naufil berdiskusi tentang mobilnya yang hilang tersebut.
“Saya sudah laporan ke yang menjaga parkir, tapi katanya di luar tanggung jawab mereka, sebab posisi mobil itu tidak dalam awasan CCTV,” ucap Naufil menirukan penjaga parkir, Kamis, 13 Desember 2018.
Kemudian petugas parkir menyararankan untuk menghadap pihak RSUD. Sungguh malang nasib mereka, ternyata pihak RSUD tereksan lepas tangan dengan mengatakan bahwa pengelolaan parkir di luar tanggung jawab rumah sakit, sebab sudah dipihak ketigakan.
“Saya akhirnya bingung, dari penjaga parkir disuruh ke pihak RS, dari pihak RS menjawab bahwa parkiran di luar tanggung jawabnya,” kata Naufil menceritakan.
Akhirnya karena tidak menemukan solusi Mastaufiq bersama Naufil melaporkan peristiwa ini ke Polres setempat pada jam 19.30 WIB dengan nomor laporan STPL/336/XII/2018/JATIM/RES SMP tertanggal 12 Desember 2018.
Atas kejadian ini Naufil berharap semoga mobilnya yang hilang dapat ditemukan dan pihak pengelola parkir di rumah sakit bisa lebih hati-hati ke depan demi kenyamanan dan keamanan pengunjung.
“Bagi orang berada, mobil itu tak seberapa, tapi bagi kami orang desa sangat berharga. Untuk itu saya meminta pihak rumah sakit untuk lebih hati-hati ke depan, sebaiknya mobil yang keluar dari Rumah Sakit juga diperiksa STNK-nya dan karcisnya, sebab jika dibiarkan akan terulang lagi hal serupa,” harap Naufil.
Ia sangat menyayangkan sistem penjagaan parkir di rumah sakit, sebab di pintu keluar, petugas parkir hanya berpedoman pada karcis, tetapi tidak pernah mengecek STNK.
“Ini kan Rumah Sakit besar, biasanya penjagaannya ketat, minimal ketika mobil mau keluar cek STNK dan kartu parkir. Untuk mobil itu tidak pernah dicek soalnya, beda dengan motor,” tambahnya
Pihaknya pun tak mau menuntut apa-apa, hanya saja pihak pengelola parkiran atau RSUD tidak boleh lari dari tanggung jawab, sebab mobil itu hilang di area RSUD.
“Dari kejadian inilah semoga menjadi pelajaran bagi kita semua utamanya pihak RS. Agar sebelum mobil keluar, petugas parkir harus mengecek surat-surat. Itu juga demi menjaga marwah dan citra RSUD ke depan agar lebih baik dan memuaskan bagi pasien dan keluarga,” pungkasnya. (MADANI/SOE/DIK)