SUMENEP, koranmadura.com – Kegiatan Safari Kepulauan Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, bersama jajaran di bawahnya menyisakan kesan kurang enak bagi sebagian masyarakat di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Kamis malam, 6 Desember 2018.
Salah aeorang tokoh pemuda di kecamatan tersebut, Misyanto menuturkan, Bupati Sumenep, A Busyro Karim bersama rombongan tiba di Gayam kemarin sore, dan langsung menghadiri acara pameran dan penyerahan bantuan-bantuan.
Kemudian pada malam hari, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu dijadwalkan menghadiri acara peringatan maulid nabi di Masjid Martaul Muridi di Dusun Jambusok, Desa Prambanan.
Setelah acara peringatan maulid nabi, menurut dia berdasarkan undangan yang diterimanya, ada acara silaturrahim Bupati Sumenep dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat, termasuk tokoh pemuda di tempat yang sama. Para undangan pun hadir.
“Namun setelah acara maulid, Bapak Bupati langsung pulang. Kemudian saya tanya kepada tuan rumah, ternyata juga tidak tahu, kenapa acara silaturrahim itu tiba-tiba dibatalkan,” ungkapnya, Jumat, 7 Deaember 2018.
Padahal, sambung dia, seandainya acara silaturrahim itu jadi dilaksanakan, ada beberapa aspirasi yang dingin disampaikan warga kepada mantan Ketua DPRD Sumenep itu. “Kami merasa kecewa, kan, harapannya di acara itu kami bisa menyampaikan aspirasi,” tambahnya.
Kabag Humas dan Protokol Setkab Sumenep, Abd. Kadir mengungkapkan, bahwa di dalam rundown kegiatan Bupati di Kecamatan Gayam tidak ada acara silaturrahim dengan tokoh agama, tokoh masyarakat termasuk dengan tokoh pemuda.
“Tidak ada itu. Semua kegiatan Bupati di Kecamatan Gayam sesuai rundown. Acara silaturrahim tidak ada di rondown kami. Di rundown yang ada hanya acara pameran, mulai sore hingga maghrib. Kemudian malamnya ada acara maulid dan penyerahan-penyerahan,” ungkapnya, saat dikonfirmasi. (FATHOL ALIF/SOE/VEM)