SUMENEP, koranmadura.com – Selama sepekan ini Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur melakukan safari kepulauan. Program tersebut merupakan program Pemerintah Daerah Sumenep yang dilakukan setiap tahun sekali.
Pelaksanaan safari Kepulauan tahun ini tampak berbeda dengan safari yang dilakukan tahun sebelumnya. Karena tahun ini bertepatan dengan momentum politik karena masuk masa tahapan kampanye Pemilu 2019. Kali ini, Bupati Sumenep A Busyro Karim, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ikut dalam program tersebut.
Tak terkecuali Nurfitriana Busyro Karim, Ketua TP PKK dan sekaligus tercatat sebagai Calon Legislatif (Caleg) Provinsi Jawa Timur Daerah Pemilihan (Dapil) Madura.
Pengamat Politik Wildan Rosaili meminta masyarakat bijak menyikapi agenda tersebut. Selain itu Bupati juga diminta untuk bijaksana memberikan pendidikan politik.
“Seorang Bupati harus memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat, mana program pemerintah, mana program yang menguntungkan pada calon-calon walaupun posisinya isteri,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Selasa, 4 Desember 2018.
Menurutnya, tidak menuntut kemungkinan dalam perjalanan yang dibiayai negara itu disusupi persoalan politik. “Kalau melanggar program diselangi kampanye terselubung itu sudah dalam pendidikan politik tidak etis itu. Jadi, jangan sampai ditunggangi,” harapnya.
Apalagi menurutnya sampai politik masuk pada anggaran pemerintah. Jika itu terjadi, maka program pemerintah tidak akan tercapai sesuai harapan masyarakat dan pemerintah. “Kalau itu terjadi maka itu akan terjadi politisasi anggaran. Itu sangat tidak bagus,” tegasnya. (JUNAIDI/SOE/VEM)