SUMENEP, koranmadura.com – Selama sepekan, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur melakukan kunjungan kerja ke beberapa kepulauan. Kini, kunker bertajuk “Safari Kepulauan” itu telah usai. Namun, perjalanan Bupati yang dibiayai dari APBD itu dicederai oleh kampanye terselubung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep.
Buktinya, partai besutan Muhaimin Iskandar ikut rombongan Safari Kepulauan hingga rajin melakukan roadshow ke beberapa tempat. Salah satunya ke Pondok Pesantren Anwarul Hidayah, Timur Jang-Jang, Kangayan. Dalam kunjungan ini, PKB membawa sebagian calon legislatif (caleg) dari semua tingkatan, baik DPRD Jatim dan DPRD Kabupaten/Kota.
Sekretaris DPC PKB Sumenep, Dulsiam terlihat begitu agresif menyampaikan pemaparannya saat roadshow. Bahkan Dulsiam menyebut Safari Kepulauan sebagai Roadshow PKB.
“Alhamdulillah kita berkesempatan hadir ke sini dalam rangka Roadshow PKB sekaligus memperkenalkan kepada Bapak Ibu sekalian Calon Anggota DPRD dari semua tingkatan,” ucap Dulsiam kala itu.
Setelah itu, Dulsiam yang bertindak sebagai pengendali acara memperkenalkan satu persatu calon legislatif dengan dimulai dari Caleg DPRD Jatim nomor urut 3 Nurfitriana, kemudian dilanjutkan kepada Abu Hasan calon DPRD Kabupaten Sumenep nomor urut 1.
Dalam amatan koranmadura.com, roadshow pengurus DPC PKB Sumenep ini tidak terpantau dengan baik. Karena mereka sepertinya bebas melakukan kegiatan tanpa ada Humas dan Protokol serta panitia penyelenggara Safari Kepulauan. Hal ini terlihat di beberapa pertemuan yang digelar oleh PKB. Bahkan para pengurus bangga berseragam PKB, padahal acara itu dibiayai APBD.
Tak hanya itu, kegiatan terselubung PKB ini sepertinya “dibungkus” dengan rapi. Pasalnya, sejumlah alat peraga kampanye memang disiapkan sejak awal pemberangkatan. Bukti-bukti lain yang dibawa adalah air mineral bergambar Ketua DPP PKB Muhaimin Iskandar, kemudian terdapat stiker Nurfitriana di atas kapal, serta ada gambar calon DPD RI dalam kardus.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Tandidz DPC PKB Sumenep KH Imam Hasyim tidak banyak komentar atas kampanye terselubung PKB dalam Safari Kepulauan itu. Pihaknya menyarankan agar langsung mengklarifikasi kepada Dulsiam.
“Lagsung ke H. Dulsiam ya, karena saya tidak ikut,” jelasnya singkat ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp-nya, Rabu 12 Desember 2018. (MADANI/SOE/DIK)