PAMEKASAN, koranmadura.com – Data pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur ternyata sudah “kadaluwarsa”. Pasalnya, data yang dipakai oleh Dinas Koperasi dan UMKM merupakan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil (UMKM) setempat Yulianto. Ia mengaku data pelaku UMKM merupakan data lama. “Kita masih menggunakan data Badan Pusat Statistik tahun 2016,” katanya saat dikonfirmasi oleh koranmadura.com
Yulianto menyebut dari data BPS tersebut, saat ini sudah ada 195.510 pelaku UMKM di Pamekasan. “Sudah ada 195.510 pelaku UMKM,” tambahnya
Pihak menambahkan, Dinas Koperasi dan UMKM tidak melakukan penambahan, karena pihaknya ingin fokus melakukan pembinaan kepada setiap pelaku UMKM yang ada.
“Kita memang masih fokus ke data lama, karena lebih ke upaya pembinaan agar setiap pelaku UMKM bisa berkembang dan setiap pelaku UMKM harus dikembangkan hingga sukses,” jelas Jon, panggilan akrab Yulianto.
Ditanya terkait anggaran pembinaan, pihaknya mengaku tidak hafal. “Jumlahnya itu saya tidak hafal, yang jelas anggaran untuk pembinaan masih sedikit,” pungkasnya. (SUDUR/SOE/DIK)