PAMEKASAN, koranmadura.com – Dari jumlah 416 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, terdapat 119 SD yang hingga kini tidak mempunyai fasilitasi perpustakaan sekolah. Bahkan, untuk tahun 2019 tidak ada anggaran untuk pembangunan perpustakaan.
Sekokah yang ingin mempunyai tempat membaca untuk murid-muridnya pun harus bersabar. Sebab, yang tersedia hanya anggaran pemeliharaan atau renovasi bangunan.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Rusdiyadi. Menurutnya, kemampuan anggaran renovasi perpustakaan SD yang tersedia tahun ini untuk 28 bangunan perputakaan.
“Sekarang masih ada sekitar 119 yang belum punya perpustakaan. Perpustakaan sekolah itu sangat penting karena sebagai fasilitas untuk meningkatkan minat baca murid sejak dini. Makanya, kami selalu berupaya agar semua SD bisa ada perpustakaannya,” kata Rusdiyadi.
Untuk pengadaan buku perpustakaan, lanjutnya, kini menjadi kewenangan sekolah dengan membelanjakan sebagian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk buku-buku pengayaan yang bisa menarik minat baca murid.
“Pembelian buku koleksi perputakaan ada di BOS sebesar 5 persen dari dana yang diterima sekolah. SD yang sudah punya perpustakaan kami harap dimanfaatkan dengan maksimal, jangan hanya dibangun kemudian minat baca murid tidak ada peningkatan,” katanya. (ALI SYAHRONI/ROS/VEM)